Thursday, February 9, 2006

Excelcomindo Segera Luncurkan Layanan 3G

Kamis, 09 Pebruari 2006 00:17 WIB

Logo xl (pamali.com)
TEMPO Interaktif, Jakarta: Excelcomindo Pratama akan segera meluncurkan layanan 3G tahun ini. “Kami harap layanan-layanan tersebut bisa dinikmati para pelanggan pada paruh kedua 2006," kata Christian Manuel de Faria, Presiden Direktur Excelcomindo dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Rabu (8/2).

Menurut Direktur Corporate Affairs Excelcomindo Rudiantara, sebagai anak perusahaan dari Telekom Malaysia, dan juga sebagai mitra strategis dari Vodafone, XL akan memberikan layanan-layanan 3G yang berskala dan berkelas dunia. "Termasuk layanan 3G roaming," katanya.



Rudiantara menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk membangun infrastruktur 3G sesuai dengan rencana yang telah disampaikan kepada pemerintah. “Target pembangunan terpenuhi, karena kita kan punya infrastruktur,” katanya ketika ditemui usai tender berlangsung. Pada tahun pertama pemerintah menetapkan operator harus membangun jaringan 3G minimal di dua propinsi dan mencakup sepuluh persen dari penduduknya.

Ketika ditanya mengenai target pelanggan, Rudiantara mengatakan pihaknya akan menggarap pasar konsumen dan perusahaan. “Kita sudah punya basis pelanggan, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pelanggan baru,” katanya. Namun ia enggan menyebut berapa target pelanggan yang ingin diraih pada tahun pertama.

Dalam tender yang digelar pagi hingga siang tadi, Excelcomindo adalah salah satu dari tiga pemenang tender. Masing-masing pemenang mendapatkan alokasi satu blok atau 2x5 Mhz. Dua operator yang lain adalah PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (Indosat) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Sedangkan dua peserta lain, yaitu PT Bakrie Telecom dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) harus menerima kekalahannya. “Proses berjalan dengan terbuka, kami memang tidak mendapat alokasi,” ujar Direktur Corporate Service Bakrie, Rachmat Djunaedi.

Rachmat juga mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan keberatan atas tender kali ini. “Harga sudah cukup tinggi. Yang kita tawarkan tadi sudah maksimal,” katanya. Untuk diketahui, Bakrie menawar dengan harga Rp 108 miliar per blok. Sedangkan tiga operator yang memenangkan tender menawar sebesar Rp 218 miliar, Rp 188 miliar, dan Rp 160 miliar per blok.

Kepada wartawan, Rachmat juga mengaku belum mengambil keputusan apakah perusahaannya akan mengikuti tender 3G berikutnya. “Kita lihat kembali, selalu ada kebutuhan pasar dari waktu ke waktu,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya akan mengembangkan teknologi CDMA yang sudah dimilikinya untuk memberikan layanan 3G. “Kami siap bersaing.”


EmoticonEmoticon