Tuesday, January 29, 2008

Aku Fahroe bukan Fahrie

Hari minggu kemaren aku membaca Novel Ayat Ayat Cinta, padahal sebelumnya aku paling males klo disuruh baca novel. Masih mending baca koran, dengan berita aktual dan banyak informasi lainnya. Tapi kali ini berbeda, aku begitu ingin membaca novelnya setelah mendengarkan lagu lagu OSTnya.

Novel AAC dalam format PDF yang sebetulnya sudah ku-download sejak beberapa bulan lalu mulai aku cari dalam kotak folder dalam external harddisk ku. tKubaca baris demi baris, alam bawah sadarku membawaku ke negeri Mesir, dimana setting novel ini diceritakan. Kadang sampai tak terasa airmataku telah menetes dari sudut luar. Tulisannya betul betul membawaku mengikuti alurnya, kala bahagia ataupun sedih aku turut merasakannya.

Berbagai konflik yang terjadi menjadikan sebuah pelajaran berharga buatku, bagaimana memperlakukan wanita, bagaimana mengambil keputusan, bagaimana menempatkan diri dan masih banyak hal yang aku tangkap dari sini.

Di Bab terakhir, aku menangis bahagia bercampur aduk. Aku sudah larut dalam garis ceritanya, tak kuasa aku untuk menahan airmata ini. Memang aku adalah cowok, tapi ndak ada salahnya toh untuk meneteskan airmata, turut merasakan apa yang di alami tokoh cerita itu.

Aku membayangkan fahrie adalah fahroe, punya segalanya. Istri yang setia, Harta yang tak kurang, Iman yang tebal, dan Bijak dan Cerdas. Tapi aku Bukan mahasiswa S2 yang mengejar tesis, tapi hanyalah mahasiswa S1 yang menanti DO karena nilai 'E' nya terlalu banyak. Bukan juga seorang yang bijaksana dan dewasa seperti dia, yang dipuja dan dicintai beberapa wanita sekaligus. Tapi ada satuhal kesamaannya yaitu "ingin segera menikah" dan menjadikan hidup lebih "halal". Karena namaku fahroe, bukan fahri (tokoh utama dalam AAC).


EmoticonEmoticon