Saturday, January 12, 2008

Profesi menentukan harga diri ?


Sejak lulus dari Poltek Malang 2003, saya langsung bekerja dan sampai sekarang sudah bekerja di beberapa Perusahaan di bidang yang berhubungan dengan IT dan Telekomunikasi, hal ini membuat saya kerepotan ketika harus menjelaskan di mana saya bekerja.

Menjelaskan pekerjaan saya ke setiap orang, apalagi saat reuni keluarga atupun ketemu mantan guru sekolah dulu, yang ada malah "berbusa".

Seseorang berpendapat :
… mereka tidak pernah bertanya kerja saya ngapain aja di sana. Posisi saya apa di sana. Mungkin ya, jika saya jadi "janitor" di sebuah BUMN, let say Pertamina, trus saya bilang "Kerja di Pertamina" (dan tidak salah dong saya ngomong gitu), mungkin buat orang lain itu "lebih terhormat dan terlihat hebat" dibandingkan kerja di perusahaan swasta (despite of the position u work on) atau wirausaha…..

antara Kerja dan Pekerjaan..???


Saya memang selalu bekerja di balik layar, di belakang panggung dan di lapangan. Intensitas kehadiran saya di kantor mungkin hanya sekitar 20% - 30%, selebihnya saya habiskan di jalanan. Hal ini lah yang membuat saya bingung menjelaskan dimana saya terdaftar sebagai karyawan suatu kantor tapi saya hadir di kantor hanya untuk menyetorkan laporan pekerjaan.

Di kantor saya sekarang, saya lebih sering berkeliling ke daerah Banten dan sekitarnya.
Ya saya berkeliling bukan tanpa tujuan, tapi untuk mengecek kualitas sinyal salah satu operator GSM. Dan bila ada masalah di lapangan saya harus bisa menganalisa masalah dan trouble-shooting. Dan tak jarang saya pun harus melewatkan masa liburan ataupun melewatkan jam istirahat malam karena di deadline.


EmoticonEmoticon