Monday, May 3, 2004

Bossanova Jawa

Suara Merdeka Rabu,8 Oktober 2003
Angin Baru Bosanova Jawa

Musik bossanova dengan lirik berbahasa Jawa? Mengapa tidak? Itu sebuah terobosan baru untuk mengubah stereotype, bahwa lagu-lagu Jawa selalu ada di wilayah campursari, langgam keroncong, dan atau dangdut.

''Kami akan buktikan, bahwa lagu berbahasa jawa bisa dikemas dalam musik bosanova yang selama ini selalu berbahasa latin,'' kata Wandy Gaotama J dari IMC Duta Record, yang sedang menyiapkan album Bossanova Jawa II.

Album semi-jazz yang dikerjakan oleh beberapa musikus Semarang itu, Kamis (9/10) malam besok akan diluncurkan dengan menghadirkan penyanyi jazz Mus Mujiono. Pentas bertitel ''A Mild Octo Jazz'' itu, berlangsung di Kafe Segara, Hotel Graha Santika Semarang, mulai pukul 21.00 WIB.

Disadari, karena bosanova masih bersaudara dengan jazz yang bukan musik industri, maka ia harus berhati-hati memasarkan album itu. ''Ini mengejutkan, di toko-toko kaset, album bosanova Jawa pertama bisa nangkrong di deretan kategori pop-jazz, dan bukan musik tradisional,'' kata Wandy yang selama ini memproduseri penyanyi Didi Kempot tersebut.

Itulah sebabnya, ia tertantang menerbitkan album kedua. Terbosan berani itu dilakukannya sejak 2002, saat ia meluncurkan album Bossanova Jawa I. Pada album ke dua itu, semua lagu masih diambil dari lagu-lagu berbahasa Jawa yang menjadi hit, seperti "Layang Kangen", "Mawar Biru", dan "Gambang Semarang".

Berbeda dengan album pertama yang lebih banyak digarap secara programable, album kedua itu lebih natural; banyak melibatkan musikus yang bermain secara live. Para musikus itu, diambil dari personel band-band ternama di Kota Semarang, seperti dari Progressio, Unieq Band, dan Bud'n Friends.

Jika album itu lebih mementingkan aspek musikalnya, itu karena aranjernya -Hartono- ingin mendekati real bossas. Itulah sebabnya, ada beberapa instrumen musik yang dihadirkan secara live, misalnya gitar, bas, saksofon, dan perkusi. Sementara itu untuk drum, masih mengandalkan program; namun aksentuasi ke rhythm bosanova tetap ada. Operator yang dipegang Totok JBL, sangat berperan.

Pada album ke dua itu, dihadirkan penyanyi Donna, Wening, dan Widya. Sedangkan additional player dihadirkan Anang (bas), Awig (gitar), Rifai (saksofon), dan Bambang Progressio (conga, perkusi). (Iss-41)


EmoticonEmoticon