Wednesday, April 20, 2011

Kades Jenggolo Diperiksa Kejari

Kades Jenggolo
KEPANJEN-Akhirnya Kades Jenggolo Susanto benar-benar memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen dalam kasus sewa asset desa. Dia menjalani pemeriksaan selama lima di aula Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Mengenakan pakaian dinas warna coklat krem, Susanto tampak tenang dihadapan penyelidik Kejaksaan Negeri Kepanjen.
Kades yang dua kali mangkir dari panggilan Kejaksaan itu akhirnya memenuhi panggilan terakhir, kemarin. Dia datang ke ruang Puskumdu Seksi Intel Kejari Kepanjen sekitar pukul 09.00. Setelah datang, pria itu kemudian dibawa ke aula Ikatan Adhyaksa Dharmakarini untuk diklarifikasi terkait kasus sewa asset desa.
Pemeriksaan tertutup itu berlangsung dalam dua sesi, bagian pertama berjalan selama 2,5 jam hingga pukul 11.30. Susanto mendapat jatah istirahat selama satu setengah jam pada pukul 11.30 sampai pukul 13.00. Pada pemeriksaan kedua penyelidik yang menghadapi sang Kades adalah Jaksa Supri Ahmad.
“Total jendral saya berikan 16 pertanyaan, dia menjawab semua namun ada juga yang mengaku lupa,” kata Penyelidik Supri Ahmad.
Dalam pemeriksaan itu, Kades memberikan alibi bahwa proses sewa tanah kas desa (TKD) sudah dimusyawarahkan. Sehingga keterangan itu membantah laporan 38 warga terkait proses sewa lahan yang tak dimusyawarahkan. Namun ketika penyelidik menanyai jumlah penyewa dan jangka waktu sewa asset desa itu, Susanto mengaku lupa.

“Dia lupa waktu ditanya siapa penyewa asset serta jangka waktu sewanya,” imbuh Supri Ahmad.
Dalam pemeriksaan, Kades itu juga membantah dirinya memakai dana hasil sewa untuk keperluan pribadi. Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk membangun sejumlah gedung seperti gedung LKMD, gedung Karang Taruna serta kantor Kepala Desa yang baru.
“Kata dia kantor kepala desa yang baru adalah bangunan lama sehingga perlu dibangun lagi,” imbuh penyelidik.
Anehnya ketika dikonfrontir berapa nilai dana yang mengalir untuk pembangunan sejumlah gedung, lagi-lagi Susanto mengaku lupa. Rencananya kasus itu akan segera dituntaskan penyelidik secepatnya. Setelah mendengar keterangan dari Susanto, tim akan mengevaluasi berkas penyelidikan.
“Hasil pemeriksaan awal ini akan kami evaluasi dulu,” kata Yudi Hermawan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kepanjen.
Sementara itu usai pemeriksaan, Susanto diam seribu bahasa ketika ditanya wartawan perihal kasusnya. Dia tersenyum, menggelengkan kepala bahkan menaruh telunjuk di mulut ketika ditanyai wartawan. Namun saat dikronfrontir apakah dana hasil sewa dipakai untuk pembangunan, pria berkumis itu langsung mengangguk.
Begitu pemeriksaan selesai dia keluar dari ruangan Puskumdu dan langsung ngacir ke atas sepeda motor. Mengenakan jaket kulit warna coklat Kades Jenggolo itu langsung nangkring di atas boncengan sepeda motor nopol N 6611 LO. Seorang perempuan berambut pirang kemudian membonceng Susanto dan melajukan kendaraan keluar dari areal kantor Kejaksaan.(ary/jon/mp)


EmoticonEmoticon