Friday, June 3, 2011

Tips Job Interview

Ilustrasi (getty images)


Ada beberapa tips, yang aku dapat dari Milis, berikut ini adalah beberapa tipsnya :
 

1. Komunikasi, untungnya adalah termasuk aspek natural. Jadi ya simple aja, please be your selve. Tapi hal ini butuh pondasi kuat, dan salah satu pondasi-nya adalah "penguasaan materi" meski itu "hanya" historikal diri kita dhewe. Aku dulu sempat nyesel punya PDA, krn belakangan udeh samar fungsinya antara PDA-HP &Laptop :p.
Nah PDA ini akhirnya nemani aku kalo antri mau di-interview, di mana infonya ada 2 info utama : data pribadi & data2 penunjang ilmiah atas pekerjaan kita (misal teori marketing, SCM, engineering dsb). Se-pinter2-nya uwong, kalo mnrt aku akan lebih fresh kalo sesekali kita ngelirik referensi baku kan.

2. Konsisten-lah. Banyak yg bilang, orang yg in-konsisten, ditutup dg apapun gampang terlihat kok.

3. Eye contact. Ini juga penting, aku feeling banget mayoritas interviewer itu menilai kita dominan dari eye contact juga. Dari eye contact ini, minimal kita bisa tahu : akurasi data kita & tingkat maturity kita. Sementara utk orang ttt dari eye contact si interviewer bisa tahu kemampuan profesional kita. Yg ini semacam by feeling memang, tapi cukup shahih.  Juga pas salaman, sing mantep rek, ojok kalah goyangannya, apalagi sampek di-prekes hehehe.

4. Manfaatkan kesempatan utk bertanya dg baik. Jangan banyak tanya, juga jangan nggak tanya blas. Pilihlah materi pertanyaan yg berkualitas.

5. Pasanglah rasa Percaya Diri yg bagus, spy kita bisa "di atas angin". Bgmn spy bisa pede ? ya a.l. pondasi tadi itu : penguasaan materi.

6. Usahain, rekan2 bisa tahu, apa point2 yg secara umum maupun spesial menjadi point krusial & sensitive di perusahaan itu. Ini bisa kita tahu dari pengalaman, googling, interaksi dg orang lain yg tau company tsb.

7. Terakhir, tapi juga penting, adalah : doa. Utk yg muslim, usahakan punya wudhu. Kenapa ? gak ada teorinya, tapi just do it :)

Terakhir, aku coba cerita pengalaman senior-ku di Poltek ya. Wkt itu dia interview utk kerja di Batam. Begitu duduk, interviewer nyerocos ngasih pertanyaan dlm Bahasa Inggris, pdhal dia gak bisa bhs Inggris blas :p. Dia potong si interviewer (untungnya org Indo), dia bilang kurang lebih : 
" Pak, saya ini ahli Elektro, bukan ahli bahasa Inggris, dan yg saya lamar ini posisi Electro Engineer. Saya paham kalo bhs Inggris itu penting, dan kalau memang nanti saya diterima, saya bisa saja kursus sebentar & saya jamin tidak lama saya akan menguasai bhs Inggris ini. "
Alhamdulillah senior-ku ini diterima di situ, dan dia ini termasuk yg berhasil di Batam :p.


EmoticonEmoticon