Tuesday, February 21, 2012

Asap Rokok VS Asap Knalpot

Asap rokok menghasilkan polutan 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan sebuah mobil bermesin diesel

Mengapa hanya mempedulikan asap rokok, bagaimana dengan asap knalpot dan cerobong pabrik dan gas yang lebih banyak menyumbangkan pengaruhnya ruang bumi ini ketimbang asap rokok?
Sederhana untuk menjawab kengeyelan ini sebenarnya:
Pertama: Hanya karena ada pabrik polutan dan knalpot, tidak serta merta membuat polutan rokok jadi tidak salah. Pabrik polutan dan knalpot adalah hal buruk, polutan rokok juga tetap buruk.
Kedua: Masalah konsentrasi polutan. Polutan pabrik atau polutan knalpot, justru terkonsentrasi pada titik-titik tertentu.
Kemudian,
penyebaran polutan atau knalpot tidaklah secepat tersebarnya cahaya. Sementara asap rokok, di lain pihak, membawa polutan tersebut langsung ke masuk paru-paru non-perokok.
Jadi jelas sekali, asap rokok lebih berbahaya bagi paru-paru manusia dibanding asap pabrik di Las Vegas sana atau di Cengkareng sana.
Ketiga: masalah filterisasi alam. Ketika polusi udara dari pabrik mengotori alam, alam memiliki metode adaptasi yang masif yang disebut dengan cuaca dan iklim. Molekul polutan yang berat akan cenderung turun dan yang ringan naik. Polutan seperti itu, akan mengganggu jika kapasitasnya sudah diatas kapasitas alam untuk memfiltrasi.
Tubuh manusia, di lain pihak, tidak memiliki mekanisme pertahanan diri terhadap asap yang langsung masuk. Setiap tar yang masuk, kemudian mengerak di dalam paru-paru, tak mungkin bisa keluar, kecuali paru-parunya dipotong.
Maka, untuk menghadapi knalpot dan pabrik, langkah pertama adalah, jangan nongkrong di depan knalpot atau pabrik. Lebih efisiennya seperti itu. Dan jika sudah amat keterlaluan, protes! dan adakan demo!. Persis demo di Freeport tempo hari itu atau demo di Bima.
Sedangkan untuk menghadapi perokok, lebih efisien memprotesnya jika ia merokok di tempat yang banyak orang bukan perokok dan di tempat-tempat umum.
Fakta :


Sebuah penelitian di Majalah Tobacco Control, yang diterbitkan oleh Jurnal Kesehatan Inggris, juga menunjukkan bahwa polusi udara akibat asap rokok di suatu tempat tertutup 15 kali lebih besar dibanding di tempat terbuka.


Percobaan itu dilakukan di dalam sebuah garasi di kota Chiavenna, sebelah utara Itali, suatu daerah yang memiliki kadar polutan rendah. Polutan yang terdapat pada asap merupakan senyawa yang paling berbahaya pada polusi udara, gas itu dapat berasal dari berbagai jenis sumber termasuk rokok dan pipa pembuangan gas. Zat pencemar itu dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit berbahaya, seperti emfisema, paru-paru basah, asma, dan kanker.


Para peneliti memilih garasi sebagai tempat berlangsungnya percobaan, karena ukurannya mirip dengan ruangan kantor di beberapa tempat. Mereka mengatakan bahwa penelitian tersebut harus mendapat perhatian lebih karena hasil percobaan itu, ternyata juga menunjukkan pengaruh buruk asap rokok bagi perokok pasif.


Pada percobaan itu, mesin disel mobil merk Ford Mondeo berkapasitas dua liter bahan bakar dinyalakan selama 30 menit dalam sebuah garasi dengan pintu garasi tertutup dan enam ventilasi kecil yang dibiarkan terbuka.


Mereka kemudian membandingkan hasilnya dengan asap dari tiga batang rokok yang dinyalakan selama 30 menit pada garasi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
Sebuah alat analisis polutan digunakan untuk mengukur kadar polutan pada percobaan itu setiap dua menit.



Para peneliti juga menemukan bahwa ketika rokok dinyalakan jumlah partikel polutan 15 kali lebih besar dibandingkan di luar ruangan, sedangkan jumlah polutan ketika mesin disel dinyalakan hanya sekitar dua kali lebih besar dibandingkan dengan keadaan di luar. (DPA/Ant/O-1)
www.depkes.go. id
 [Islam Times/On/K-014]


EmoticonEmoticon