Tuesday, July 22, 2014

Belajar Rukyatul Hilal Digital dengan Stellarium

Mari kita mencoba mengamati “hilal” dengan menggunakan software stellarium

Stellarium dapat di download dari http://stellarium.org gratis

Stellarium adalah software yang menghadirkan planetarium di computer kita, segala peredaran benda2 angkasa, matahar, bulan, planet, bintang, dapat kita lihat keseluruhannya dalam computer. Kita juga dapat mengatur waktu yang kita inginkan untuk melihat posisi benda2 angkasa itu pada waktu tersebut.

Kali ini akan kita amati bagaimana posisi bulan dan matahari pada tanggal 27 Juli 2014.


Telah kita ketahui bersama penanggalan Islam menggunakan system peredaran bulan, artinya tanggal 1 yang mengawali sebuah bulan ditandai dengan penampakan “bulan baru” di angkasa. Umat Islam sejak dahulu mengamati datangnya bulan baru dengan mengamati HILAL (bulan sabit muda) pada saat matahari terbanam.

Dengan perkembangan teknologi, perhitungan peredaran bulan dan matahari dapat dilakukan, namun pengamatan dengan mata pun masih menjadi penanda “sah-nya” dimulainya tanggal 1 Hijriyah

Akibatnya terdapat dua metode penentuan Awal bulan Hijriah yaitu

  1. Wujudul Hilal (terbentuknya Hilal) dengan syarat
  2. Saat senja, matahari pertama kali lebih dulu terbenam kemudian disusul oleh bulan
  3. Rukyatul Hilal (Terlihatnya Hilal), dengan syarat
  4. Tinggi Hilal dari cakrawala minimal 2 Derajat Jarak bulan-matahari minimal 3 derajat Umur bulan saat matahari terbenam setelah konjungsi minimal 8 jam

Mari kita gunakan stellarium yang telah terinstall di computer kita, atur situasi pada tanggal 27 Juli 2014, dan atur juga Jam hingga saat matahari terbenam. (ket: percobaan dibawah ini mengambil basis pengamatan di Malang - ( Koordinat lokasi adalah MI Bilingual Al Ikhlas)




Terlihat bahwa pada tanggal 27 Juli 2014 matahari terbenam pada pukul 17.27 (saat matahari tepat melewati cakrawala 0 derajat), pada situasi itu terlihat juga bulan berada sudah diatas cakrawala (3.5 derajat).

Jika mengikuti persayaratan wujudul hilal dan rukyatul hilal, maka situasi pada tanggal 27 Juli 2014 sudah memenuhi untuk disebut memasuki tanggal 1 Syawal, artinya esok harinya tanggal 28 Juli 2014 sudah mulai berlebaran.


Untuk memperjelas, saya zoom / perbesar gambarnya, terlihat bulan baru sudah terbentuk dengan garis putih tipis.

Mari kita amati dengan stellarium posisi bulan-matahari pada keesokan harinya yaitu tanggal 28 Juli 2014.



Pada tanggal itu Matahari terbenam, bulan sudah berada pada lebih dari 10 derajat, dan besar kemungkinan terlihat oleh mata.

Berdasarkan Rukyatul Hilal digital ini, InsyaAllah 1 Syawal akan jatuh pada 28 Juli 2014.

Ingat, ini cuma simulasi, yang berkuasa menggerakkan Bulan adalah Tuhanmu, siapa tahu nanti malam Dia berkehendak lain.


Iklan:
(brofahroe)


EmoticonEmoticon